Apa itu revolusi industri? Tentu sudah banyak yang familiar dengan kata revolusi industri ini. Secara garis besar, revolusi industri merupakan perubahan yang terjadi terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi sebanyak tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Revolusi industri inilah yang mengakibatkan terjadinya “Job Lost”.Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.


Hal ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasukdunia kerja dan ekonomi, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.


Ditengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak hal yang mengalami perubahan sangat signifikan. Waktu yang sangat berharga, membuat seseorang melakukan banyak hal dengan cara online. Mulai dari membeli makanan, baju, memesan tiket pesawat, hotel, kendaraan bahkan banyak transaksi besar lainnya seperti jual-beli Mobil dan rumah, semua menggunakan Cara online.
Tidak dipungkiri, transaksi online menjadi revolusi terbesar diabad ini. Dampaknya sungguh besar untuk pariwisata. Baik dampak positif maupun kelemahannya. Dalam Hal positif, jual- beli online memberikan kemudahan bagi pengguna maupun penyedia jasa. Dari segi waktu, Cara ini sangat efisien dan secara ekonomis tentu saja jadi lebih murah karena orang tidak perlu menuju ke tempat penyedia jasa. Penyedia jasa-pun tidak perlu tempat khusus untuk memajang produk atau jasanya.
Namun dibalik semua sisi positif tersebut, banyak hal juga yang menjadi tantangan di era globalisasi . Jumlah tenaga kerja yang terserap karena sistem online menjadi berkurang, sebagian fungsi tergantikan oleh mesin. Persaingan harga yang tidak sehat, memicu berbagai konflik.
Di Bali sendiri, selain berdampak langsung ke bidang jasa seperti hotel dan travel. Pekerja seni-pun ikut terkena imbas revolusi industri. Misalnya para pengerajin patung. Dulu untuk membuat sebuah paying dan kerajinan ukir lainnya, seorang harus bisa melukis Dan membuat sketsa sendiri. Namun di jaman sekarang, pattern atau pola ukir, bisa dibuat secara massal. Pola ukir dibuat diatas kertas di perbanyak dengan photocopy, selanjutnya photocopy-an tersebut ditempel diatas bahan/materi atau kayu pada umumnya. Akhirnya seorang perajin tinggal mengikuti pola tersebut dan mulai mengukir. Pengerajin memang dengan cepat bisa menghasilkan sebuah produk. Namun, sentuhan seni yang diharapkan tidak bisa muncul karena kesamaan pola disetiap ukiran.
Selain itu, dampak luar biasa yang terjadi adalah munculnya destinasi wisata baru yang instragamable ( memiliki keindahan dari sisi photo). Semua tempat wisata berusaha memoles diri, agar menjadi tempat favorite untuk selfie (swa-photo) . Beberapa tempat wisata yang muncul karena pesatnya perkembangan internet adalah tempat ayunan di Wanagiri ( Diatas Danau Tamblingan), selanjutnya juga memunculkan atraksi yang sama ditempat lain seperti Bongkasa, sepanjang jalan Tegalalang dan di Desa Blahbatuh. Objek wisata yang ikut menjadi buruan wisatawan adalah Hidden Canyon-Guwang, Air Terjun Tukad Cepung, Air Terjun Blangsinga dan masih banyak lagi. Semua adalah dampak dari perkembangan teknologi internet. Begitu besarnya efek dari internet, sehingga sangat layak apabila jargon anak sekarang adalah dunia dalam genggaman, karena dengan Handphone, apapun yang kita butuhkan tersedia.
Namun dengan banyaknya kemudahan dan tergantikannya beberapa tenaga kerja oleh tenaga mesin, maka persaingan akan semakin ketat. Tenaga kerja harus benar-benar mempunyai multi skill ( ketrampilan ganda) untuk bisa menghadapi persaingan global. Belum lagi kedatangan tenaga asing yang secara bahasa lebih baik dari tenaga lokal. Maka untuk dapat bertahan, sudah seharusnya kita memiliki skill lebih yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Perkembangan revolusi industri ini berkembang pesat hari demi hari.Tentu ini membawa dampak yang baik dalam kehidupan sehari hari. Namun, perkembangan ini jugalah yang akan merugikan kita manusia sendiri. Kita harus mampu menyetarakan teknologi mesin yang digunakan dan tenaga kerja manusia. Perlu juga adanya batasan dalam menggunakan teknologi agar kita sebagai manusia tidak dirugikan sepenuhnya oleh revolusi ini.
